Senin, 04 April 2011

Strategi Bimbingan Dan Konseling Dalam Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Siswa

Referensi Skripsi Manajemen Pendidikan – Manusia merupakan makhluk individu yang senantiasa dinamis, memiliki cita dan tuntunan hidup yang kompleks. Selain makhluk individu manusia juga terlahir sebagai makhluk sosial (homo socius) yang selalu akan berinteraksi dengan manusia di sekitarnya. Peran sosial manusia ini berlangsung secara alami, karena memang manusia tidak akan mampu bertahan hidup tanpa bantuan dari manusia lainnya. Manusia akan selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesamanya dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Komunikasi sering dilakukan oleh manusia dalam berbagai kesempatan, termasuk pendidikan. Pendidikan sebagai usaha sadar yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan potensi-potensi manusia (bakat, minat dan kemampuannya) akan senantiasa berubah sesuai perkembangan yang terjadi di masyarakat pada umumnya. Perubahan ini terjadi dalam berbagai komponen pendidikan, seperti dalam sistem pendidikan, kurikulum, sistem pengajaran, strategi belajar mengajar, dan sumber belajar.
Namun demikian, perubahan yang terjadi di masyarakat saat ini, tidak akan mengubah arti penting dari sebuah proses pendidikan yakni membebaskan manusia dari belenggu keterbelakangan, menghasilkan manusia yang berkualitas, cerdas, terampil dan mampu bersaing sehingga pada gilirannnya dapat membentuk peradaban yang maju.
Pada alinea keempat pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan bangsa Indonesia ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini secara eksplisit dapat tercermin dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi :
……..mengembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Keberhasilan pendidikan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait di dalamnya, antara lain sumber daya manusia, strategi manajemen, dana, proses pembelajaran, kurikulum dan sebagainya. Salah satu faktor yang banyak berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan di Indonesia adalah proses pembelajaran di sekolah.
Dalam proses pembelajaran di sekolah terdapat interaksi antara guru dan siswa. Proses pembelajaran yang efektif akan tercapai apabila di dalamnya terdapat komunikasi yang baik, baik dari guru maupun siswa untuk melaksanakan proses pembelajaran. Pentingnya komunikasi dalam proses pembelajaran tidaklah dapat dipungkiri. Komunikasi baik verbal maupun non verbal akan berpengaruh terhadap perkembangan belajar siswa terutama dalam penerimaan materi belajar.
KAJIAN TEORI
Pengertian Strategi

Istilah strategi berasal dari kata benda yakni strategos, merupakan gabungan kata stratos (militer) dengan ago (memimpin). Sebagian kata kerja, straego berarti merencanakan (to plan). Menurut Hardi, Langley dan Rose dalam Sudjana (1986) mengemukakan “strategy is perceived as a plan or a set of explisit intention preceeding and controling actions” (strategi dipahami sebagai rencana atau kehendak yang mendahului dan mengendalikan kegiatan).
Untuk melengkapi pengertian strategi tersebut, di bawah ini dikemukakan pendapat dari beberapa ahli:
1). Onong Uchjana, mengatakan bahwa strategi pada hakikatnya adalah perencanaan dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan.
2). Chandler seperti dikutip oleh Hasanuddin, mengatakan strategi adalah penuntun dasar goals jangka panjang.
3). Steinner dan Minner seperti dikutip oleh Hasanuddin mengatakan bahwa strategi adalah penempatan misi, penetapan sasaran organisasi, dengan mengingat kekuatan eksternal dan internal dalam perumusan kebijakan tertentu untuk mencapai sasaran dan memastikan implementasinya secara tepat, sehingga tujuan dan sasaran utama organisasi akan tercapai.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum strategi adalah sebuah langkah atau rencana dalam merumuskan kebijakan tertentu untuk mencapai tujuan dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki.
Pengertian Bimbingan dan Konselling
Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang di dalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966) mengemukakan bahwa guidance berasal dari kata guide mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikannya). Penggunaan istilah bimbingan seperti dikemukakan di atas tampaknya proses bimbingan lebih menekankan kepada peranan pembimbing. Hal ini tentu saja tidak sesuai lagi dengan tujuan bimbingan dewasa ini, dimana saat ini klienlah yang justru dianggap lebih memiliki peranan penting dan aktif dalam proses pengambilan keputusan serta bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keputusan yang diambilnya.
Secara terminologis pengertian bimbingan dan konseling, terdiri dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Istilah bimbingan menurut para tokoh berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang. Pengertian-pengertian tersebut dapat dikemukakan sebagaimana yang dikutip oleh Hallen di bawah ini:
a. Stoops dan Walquist (Depdikbud: 1981:10) mendefinisikan : Bimbingan adalah proses yang terus menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya serta maksimum dalam mengarahkan manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat.
b. Arthur J. Jones mengemukakan definisi bimbingan sebagai berikut: bimbingan sebagai pertolongan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam hal membuat pilihan-pilihan, penyesuaian diri dan pemecahan problem-problem. Tujuan bimbingan ia membantu orang tersebut untuk tumbuh dalam hal kemandirian dan kemampuan bertanggung jawab bagi dirinya sendiri.
c. Dr. Moh Surya (1986:6) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian, penerimaan diri, pengarahan diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.
Dari beberapa definisi diatas kiranya dapat diambil beberapa prinsip bimbingan, yaitu :
Pertama
, bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, sehingga bantuan itu diberikan secara sistematis, terencana, terus menerus dan terarah kepada tujuan tertentu.
Kedua, bimbingan merupakan proses membantu individu, berarti dalam kegiatan bimbingan tidak terdapat unsur paksaan.
Ketiga, bahwa bantuan diberikan kapada setiap individu yang memerlukannya didalam proses perkembangannya.
Keempat, bahwa bantuan yang diberikan melalui pelayanan bimbingan bertujuan agar individu dapat mengembangkan dirinya secara sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Kelima, yang menjadi sasaran bimbingan adalah agar individu dapat mencapai kemandirian yakni tercapainya perkembangan yang optimal dan dapat menyesuaikan drinya dengan lingkunganya.
Keenam, untuk mencapai tujuan bimbingan digunakan pendekatan pribadi dan media bimbingan.
Ketujuh, layanan bimbingan dengan menggunakan berbagai macam media dan teknik tersebut dilaksanakan dalam suasana asuhan yang normatif.
Kedelapan, bahwa untuk melaksanakan kegiatan bimbingan diperlukan adanya personil-personil yang memiliki keahlian dan pengalaman khusus dalam bidang bimbingan.
Definisi yang lebih lengkap tentang bimbingan dikemukakan oleh Prayitno bahwa :
Bimbingan adalah
proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri; dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan; berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah proses yang terus menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemandirian, penerimaan diri, pengarahan diri dan perwujudan diri penyesuaian diri dengan lingkungan
Konseling sendiri secara etimologis berasal dari bahasa latin, yaitu ”consilium” yang berarti “dengan” atau “ bersama” yang dirangkai dengan “menerima” atau “memahami”. Secara istilah konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan di mana proses pemberian bantuan itu berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara guru pembimbing/konselor dengan klien; dengan tujuan agar klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mampu mengarahkan dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki ke arah perkembangan yang optimal sehingga ia dapat mencapai kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar