Kamis, 27 Oktober 2011

TEKNIK SUGESTI HIPNOTIS


Teknik-teknik ini saya kutip dari buku karya Adi W. Gunawan yang berjudul Hypnotherapy : The Art of Subconcious Restructuring ,dengan perubahan dan penambahan. Hal yang perlu diingat adalah uji sugestibilitas sangat penting dilakukan sebab dengan uji sugestibilitas kita dapat mengetahui tipe suyet kita. Dan sebelum itu, anda harus mengenal yang namanya Physical suggestibility dan Emotional suggestibility.
1. Physical Suggestibility
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Physical Suggestibility berarti sugestibilitas yang dominan bersifat fisik. Sugestibilitas sendiri mempunyai arti dasar “cara belajar seseorang”. Nah, orang yang bertipe physical biasanya mempelajari sesuatu dengan cara hal-hal yang berkaitan dengan fisik. Yang menggembirakan adalah orang tipe ini mudah untuk dihipnosis, sedangkan kabar buruknya orang yang bertipe physical suggestibility termasuk sedikit. Mengapa orang yang bertipe physical mudah dihipnosis? Sebab, semua tehnik hipnosis umumnya diperuntukkan kepada orang bertipe physical. Anda dapat menggunakan metode sugesti “Direct” (memerintah secara langsung) kepada orang bertipe ini. Ciri mendasar orang yang bertipe Physical adalah lulus uji sugestibilitas dan sangat menurut pada sugesti yang kita berikan.
2. Emotional Suggestibility
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Emotional Suggestibility berarti sugestibilitas yang dominan menyangkut masalah emosi. Orang yang bertipe ini, belajar sesuatu cenderung menggunakan sifat/emosinya. Orang bertipe ini berpopulasi lebih banyak dibanding tipe physical dan kabar buruknya rata-rata orang yang bertipe ini susah dihipnosis. Sebab, rata-rata script-script hipnosis bersifat physical. Oleh karena itu, anda diwajibkan menggunakan metode sugesti “Indirect” (bersifat tidak langsung dan cenderung mengajak) kepada orang bertipe ini. Ciri mendasar orang yang bertipe Emotional adalah gagal dalam uji sugestiblitas dan enggan menurut dengan perintah langsung.
Setiap orang memiliki kadar physical suggestibility dan emotional suggestibility yang berbeda-beda. Ada yang 40% physical dan 60% emotional, 30% emotional dan 70% physical dll. Yang paling baik adalah suyet dengan 50% physical dan 50% emotional. Sebab, suyet tersebut sangat efektif untuk menerima sugesti positif maupun negatif (stage hypnotist). Apakah ada orang yang 100% physical atau 100% emotinal? memang ada, namun sangat langka.
Teknik-Teknik Uji Sugestibilitas
Uji Sugestibilitas bertujuan :
1. Menentukan tipe suyet
2. Mengkonversikan uji sugestibilitas ke dalam hipnosis
Saat melakukan uji sugestibilitas terhadap suyet untuk pertama kali, kita menggunakan metode sugesti Direct yang bersifat memerintah secara langsung. Anda boleh langsung mengkonversikan ke hipnosis jika anda sudah mengenal tipe sugestibilitas suyet. Namun, anda juga tidak perlu mengkonversikan ke hipnosis jika anda sekedar ingin mengetahui tipe sugestibilitas suyet. Teknik-teknik berikut ini adalah teknik dasar uji sugestibilitas dan diperuntukan bagi orang yang belajar hipnosis.sebetulnya ada banyak tehnik yang bisa di eksplorasi.berikut tehnik yang mudah anda lakukan.
1. Arm Raising Test (ART)
Arm Raising Test sangat penting dikuasai oleh hipnotis dan harus dikuasai sempurna. Teknik ini mempunyai banyak fungsi dan manfaat, bagi terapis maupun klien, sebagai berikut :
1. ART dapat dikonversi dengan mudah ke kondisi hipnosis.
2. ART dapat menjangkau orang yang bertipe emotional yang tinggi.
3. ART adalah cara mudah bagi hipnotis untuk menunjukkan bahwa klien mampu merespon ide-ide sugestif.
4. ART adalah sebuah latihan, hampir bukan tes, sehingga suyet tidak mungkin gagal.
5. ART memberikan peluang kepada hipnotis untuk menggunakan teknik induksi yang lain.
6. ART memberikan peluang kepada hipnotis untuk meningkatkan kadar physical ataupun emotional suggestibility.
7. ART merupakan teknik yang sangat baik bagi hipnotis pemula atau orang yang belajar.
8. ART dapat menghipnosis kelompok/massa.
adapun tehnik ART ialah,anda minta klien berimajinasi bahwa tangannya seakan seringan balon.dan biarkan klien berimajinasi seakan tangannya seakan terangkat dengan sendirinya tanpa di bantu atau di perintah.jika ternyata mampu. bisa anda lanjutkan ke tahap induksi.
2. Finger Spreading Test
Teknik ini menggunakan tangan suyet sebagai media tes. Mintalah suyet menjulurkan tangannya ke depan 30 cm dari wajah dan menghadap ke wajah. Posisi ujung jari tengah setinggi hidung. Sugestikan bahwa jari-jari tangan suyet mulai terbuka. Jika jari-jari tangan suyet membuka. Sugestikan bahwa tangan suyet dengan wajah suyet seperti ada magnet yang saling tarik menarik. Tangan suyet bergerak ke arah wajah dan akan menempel. Saat tangan suyet menempel di wajahnya, jentikkan jari anda dan katakan Tidur Nyenyak.
3. Hand Locking Test
Teknik ini menggunakan tangan suyet sebagai media tes. Mintalah suyet untuk mengenggam tangannya. Dan sugestikan bahwa tangan suyet menggenggam dengan rapat dan tidak bisa dibuka. Terkunci rapat dan saling melekat seperti lem. Jika sudah disugestikan secara terus-menerus, mintalah suyet untuk mencoba berusaha membuka tangannya sendiri. Jika tidak bisa, berarti suyet lulus uji sugestibilitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar